Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH

Nizwa Alifa's Site

Blog EntryMar 10, '10 4:54 AM
for everyone
Obama menambah 30 ribu pasukan penjajah tambahan ke Afghanistan. Pada tahun 2008 warga sipil yang tewas akibat aksi kekerasan di Afghanistan sekitar 2.100 orang. Meningkat 40 persen dibanding tahun sebelumnya. Sampai sekarang, ribuan pasukan penjajah AS masih bercokol di Irak. Ratusan ribu umat muslim terbunuh. Negara Zionis Israel terus menerus membunuh kaum Muslim di Palestina. Semua itu berlangsung dengan dukungan penuh AS.
Penjara Guantanamo, Abu Ghraib dan penjara rahasia lain masih menjadi tempat penyiksaan terhadap tahanan Muslim. Dalam Pidatonya saat menerima Nobel, Obama mengatakan Amerika tetap memegang teguh standar moral saat melancarkan perang. Standar moral seperti seperti apa? Apakah menyiksa dengan keji dan sangat tak berprikemanusiaan itu berstandar moral.
Kabar yang baru-baru ini saya tau yaitu sebanyak 1000 bayi di Irak setiap tahunnya lahir dengan keadaan cacat. Para dokter di Irak di larang AS untuk membeberkan adanya masalah cacat serius itu ke media karena akan merusak wajah AS, ini semua karena bom yang mengandung uranium, yang digunakan tentara AS untuk memborbardir Irak sehingga berdampak pada kesehatan warga Irak. AS bahkan melarang wanita-waita di Valujah(Irak) untuk melahirkan. Invasi AS sungguh hanya sebuah alas an di Negeri kaya minyak ini, dengan dalil Baghdad(Irak) mempunyai senjata pemusnah masal(Berita Internasioanal TVRI)
Saya bukannya sok pinter, tetapi saya hanya ingin orang-orang tau semua ini. Memang banyak orang yang masih belum mengetahui karena media-media sekarang jarang sekali memberitakan hal ini. Yang saya tau, hanya TVRI yang memiliki berita khusus tentang kejahatan AS dan sekutunya ini, itupun setiap hari minggu jam 10 malam.
Dulu, banyak yang bilang kalau Obama akan membawa wajah baru untuk Amerika, akan membawa perdamaian, tapi lihat kenyataan sekarang, inikah yang namanya perdamaian.
Aneh sekali bukan, negeri berpenduduk Muslim terbesar di dunia ini menyambut Obama dengan penuh sukacita , seperti menyambut tamu agung atau raja dengan pelayanan super. Padahal, di negeri lain, telah terjadi pembantaian, pembunuhan dan penyiksaan kepada saudara kita sesama Muslim oleh tentara AS dan sekutunya yang dikepalai Obama. Sama saja kita menyambut orang yang telah membunuh saudara kita sendiri. Bukankah kita sebagai umat Islam bersaudara dengan sesama umat Islam lainnya karena Islam lah yang mempersatukan kita tanpa pandang bangsa, ras, dan suku.
Memang kita harus memuliakan tamu, tetapi tentu harus melihat dulu tamu apa yang dimuliakan. Walaupun penolakan tidak berpengaruh apapun dan Obama pasti tetap akan datang ke Indonesia, tetapi setidaknya kita sudah berusaha untuk tidak menghianati saudara kita sendiri dengan menerima Obama penuh sukacita dan bangga.

Add a Comment